Iklan

Pengalaman Menggunakan Pertalite Pada CB150R

image

Anangcozz – Bro sis sekalian, pemerintah sekarang lagi gencar gencarnya mempromosikan Pertalite sebagai BBM baru pengganti Premium. Tentunya dengan kehadiran Pertalite ini di pasaran, membuat masyarakat kini memiliki pilihan BBM baru yang lebih baik. Karena dari sisi kualitas, Pertalite berada diatas Premium tapi masih di bawah Pertamax. ACB sendiri yang biasa pakai Pertamax 92 jadi penasaran juga nih dengan Pertalite ini 😀 Dan akhirnya beberapa minggu lalu ACB sempatin untuk mencoba Pertalite ini pada CB150R yang terbiasa dengan Pertamax 92.

Jika melihat spesifikasi CB150R dengan perbandingan kompresi mesin 11:1, harusnya memang dianjurkan minimal pakai Pertamax 92 atau Pertamax Plus 95 untuk performa lebih baik. Lalu bagaimana jika minum Pertalite dengan RON 90?? Pastinya penasaran kan?? Lanjuutt…

Jadi waktu itu mumpung Pertamax di tangki motor tinggal satu strip nih…atau kira kira 1 liter an di tangki, ACB langsung melipir ke salah satu SPBU yang menjual Pertalite di daerah kawasan Industri SIER Surabaya. Harganya waktu itu masih promosi yakni Rp 8.400/liter…ACB isi Rp 50ribu Pertalite atau 5,95 liter.

image

Setelah itu, ya sudah…pulang 😀
Dan selanjutnya motor digunakan untuk beraktivitas seperti biasa bro…kerja, jalan jalan, antar istri belanja…dan sebagainya.
Dan setelah sekitar 3 mingguan, Pertalite yang beli waktu itu, di tangki tinggal satu strip lagi bro…lumayan puas juga pakai Pertalite nya hehehe.

Dengan menggunakan Pertalite RON 90 pada CB150R ini ada beberapa kesimpulan yang ACB rasakan yakni:
– Mesin CB150R jadi sedikit lebih kasar terutama pada 6.000 rpm ke atas makin terasa kasar.
– Tenaga berkurang…motor terasa agak berat tarikannya.
– Konsumsi BBM kurang lebih hampir sama dengan Pertamax. Tapi uang belanja lebih hemat karena harga lebih murah 😀

Nah, setelah pengalaman mencoba Pertalite selama tiga mingguan, dan dengan efek yang ditimbulkan tadi diatas, akhirnya ACB putuskan untuk balik lagi ke Pertamax 92 bro. Gak masalah mahalan dikit, tapi sensasinya balik lagi seperti awal, mesin lebih halus, dan performa mesin lebih terjaga.

Dengan adanya BBM baru jenis Pertalite ini memang memberikan alternatif baru bagi kita bro. Terutama jika kita menginginkan BBM dengan kualitas yang lebih bersih, bebas timbal dan pastinya lebih baik dari Premium dengan harga terjangkau… 😀
Tapi perlu diingat bro…pemilihan BBM ini harus disesuaikan dengan kompresi mesinnya seperti yang tertera pada spesifikasinya. Jika RON BBM tidak sesuai dengan kompresi mesin, maka akibatnya juga tidak baik. Seperti penggunaan Pertalite RON (kadar oktan) 90 pada mesin CB150R dengan kompresi mesin 11:1 ini, mesin jadi kasar dan tarikan berat…

Berikut ini perbandingan RON dan Kompresi mesin yang sesuai:
√ Rasio kompresi 7 sampai 9:1 menggunakan bahan bakar dengan kadar oktan 90
√ Rasio kompresi 9 sampai 10:1 menggunakan bahan bakar dengan kadar oktan 92
√ Rasio kompresi 10 sampai 11:1 menggunakan bahan bakar dengan kadar oktan 95
√ Rasio kompresi 13,1:1 menggunakan bahan bakar dengan kadar oktan 102
√ Rasio kompresi 14,1:1 menggunakan bahan bakar dengan kadar oktan 107

Demikian sekilas info dari ACB, semoga berguna…

Iklan

4 responses

  1. Misi numpang nanya, nubie, sa pake cb150 udah jalan 3 tahun, skrg dah masuk 38,000KM, dari awal pake premium, syukur motor gak pernah ada kendala, tarikan lincah, tapi kemarin habis service ringan ke beres, trz direkomendasi make pertamax, ku coba habisin dlu premium di tangki, trz isi pertamax , tapi pas motor di genjot sperti biasanya, kok tarikan terasa berat yaa, walaupun mesin terasa agak halus bunyinya, tapi rasanya lebih ringan larinya waktu pake premium, apakah krn udah sedari dlu/terbiasa premium? Mhon pencerahannya

    • Imho ya gaes…, pake premium pasti daleman mesin motornya berkerak dan numpuk, saat ganti pertamax keraknya mulai rontok, kinerja pembakaran tdk maksimal, power ngedrop, tp cm sementara, kalao sebagian kotorannya wes kebuang mungkin akan mulai terasa enak…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: