Analisa Akhir MotoGP 2015: Di Balik Skenario, Konspirasi Dan Strategi Terselubung

image

Anangcozz – GPmania, musim 2015 ini bisa dikatakan adalah musim kompetisi kejuaraan yang paling ketat, paling tinggi tensinya. Dan tidak dipungkiri segala konflik dan intrik yang terjadi diakhir musim ini adalah rangkaian cerita yang berawal dari tiga seri terakhir ini. Faktanya adalah Rossi dan Lorenzo adalah dua rider yang memiliki peluang juara dan berjuang untuk kejuaraan. Semakin memasuki seri akhir tensi persaingan semakin memanas dan masing masing mencoba segala cara untuk menang…dan konflik pun terjadi.

Berawal di race Phillip Island

Race begitu ketat, kita disuguhi banyak terjadi aksi overtaking dari Marquez, Rossi, dan Iannone sebelum akhirnya Marquez mengambil alih posisi Lorenzo di lap akhir. Yang kita tahu adalah race yang sangat menghibur dan dimenangkan Marquez. Bahkan kita sebagai penonton mungkin tidak pernah terlintas apakah ada konspirasi disana, atau Marquez sengaja membantu Lorenzo dan menghadang Rossi? Dan jika Marquez membantu Lorenzo  kenapa di lap akhir Marquez melibas Lorenzo?? Ini murni sebagai insting seorang Marquez seperti yang sering dia lakukan saat balapan lainnya…menunggu dan menyerang di akhir.

Rossi menuduh Marquez

Konflik memuncak saat pra Prescon Sepang, Malaysia. Valentino Rossi di depan media melancarkan serangan verbal terhadap Marquez. Rossi menuduh secara membabi buta kepada Marquez bahwa:
– Marquez sengaja menahan Rossi untuk membantu Lorenzo
– Marquez sirik dengan prestasi Rossi dan ingin menggagalkan Rossi juara
– Marquez berpikir seperti anak kecil, dan ingin balas dendam atas peristiwa di Argentina dan Assen.

Dengan tuduhan Rossi seperti itu otomatis semua mata akan tertuju kepada Marquez. Semua akan membuka mata, dan beropini “oo…jadi ternyata konspirasi ya”. Dan akhirnya seorang Valentino Rossi sukses membentuk sebuah opini publik yang kuat dan menggiringnya untuk menjudge Marc Marquez seperti yang dia tuduhkan. Lihat apa yang terjadi setelah itu, di TV, media sosial dsb semua membicarakan dan berspekulasi fiktif tentang konspirasi Marquez seperti tuduhan Rossi. Sebenarnya hal ini tidak sepatutnya di lakukan oleh  seorang Valentino Rossi. Terlihat jelas Rossi ingin mempermalukan dan sengaja ingin menghancurkan nama Marquez di mata publik berdasarkan tuduhan yang kita semua tidak tahu pasti kebenarannya selain hanya berspekulasi sia sia. Bagaimana ini bisa dilakukan oleh sang idola kepada fans yang sangat mengaguminya??? Bagaimana jika kita berada diposisi Marquez saat itu??
Lalu terjadilah #Sepangclash yang menurut pandangan ACB adalah murni imbas dari serangan Rossi. Sebagai bentuk kemarahan Marquez kepada Rossi yang telah dengan terang terangan menuduhnya.

Fakta Di Valencia

Dan ketika sampai Di Valencia, Rossi harus start dari belakang. Fakta yang terjadi di Valencia adalah:
– Rossi tidak cukup cepat untuk melawan Marquez, Dani atau bahkan Lorenzo (Terlihat dari perbandingan laptimenya)
– Jarak Rossi semakin jauh dari Lorenzo.
– Marquez memiliki kecepatan lebih dari Lorenzo.
– Harapan Juara Rossi bergantung pada duo Repsol Honda.

Tapi setelah race Valencia, Rossi kembali menuduh Marquez bermain curang karena dengan sengaja tidak menyalip Lorenzo, padahal memiliki kecepatan lebih. Rossi menganggap Marquez sengaja menjadi pengawal agar Lorenzo menjadi juara. Dan sekali lagi tuduhan ini di lancarkan kepada Marquez untuk menguatkan asumsinya…

Rossi: “Bagi saya, jika Anda memeriksa race dari Marc Marquez dalam dua tahun terakhir yang Anda tahu dia selalu mencoba untuk menyalip dan minimum di lap terakhir. Jadi pertanyaannya adalah mengapa Marc Marquez tidak pernah mencoba menyalip Jorge Lorenzo dan tidak pernah mencoba untuk membuat satu upaya di lap terakhir?”

Jawaban Marquez simpel, karena dia kaget dengan Dani yang menyerang tiba tiba di lap akhir. Dani merusak rencana Marquez yang akan mencoba menyerang Lorenzo di lap akhir. Dan karena pertempuran tersebut, Marc kehilangan 0,5s dari Lorenzo. Dan itu membuatnya semakin sulit untuk menyalip Lorenzo.
Cara bertarung yang ditunjukkan Marquez kemarin tidaklah aneh, sama seperti ketika kita melihatnya di Assen atau di Indianapolis kemarin dimana dia menguntit terus di belakang sebelum akhirnya melakukan penyerangan di akhir lomba…bedanya di Valencia ada gangguan dari Pedrosa, dan itu cukup logis sekali.

Maka terasa aneh ketika Rossi bertanya “Kenapa Marquez tidak menyalip Lorenzo??” Disini jelas jelas Rossi seperti mencari cari alasan atas kegagalannya. Melempar tanggung jawab juara dipundaknya kepada Marquez dan Honda (atas ketidakberdayaannya mengejar Lorenzo). Kenapa saya sebut ketidakberdayaannya, karena fakta di Valencia, Rossi memang tidak lebih cepat dari ketiga pembalap terdepan.

Silahkan lihat tabel laptime mereka berikut ini.

image

Rossi hanya dua kali menembus 1:31s di lap 3 & 4 dan selanjutnya 1:32s. Sementara laptime tiga rider Spanyol rata rata semuanya 1:31s. Dengan kata lain, meskipun kemarin Rossi start di barisan depan, belum tentu dia bisa mengejar kecepatan trio Spanyol. Dan posisi keempat adalah memang logis baginya.

Pertanyaan seperti itu sebenarnya telah menunjukkan bahwa Rossi tidak bisa berjuang sendiri. Dia butuh bantuan rider lain untuk meraih juara di Valencia. Lalu mengapa Rossi berpikir orang lain (MM dan DP) akan membantunya setelah penghinaan yang telah dilakukan Rossi di Sepang kemarin? Berharap simpati dari Marquez dan berpikir Marquez akan membantunya meraih gelar juara dunia. Apa untungnya bagi Marquez jika menyalip Lorenzo?? Apa dengan begitu, namanya akan kembali di elu elukan publik dan bersih dari tuduhan konspirasi??

Sekarang bagaimana jika situasinya kita balikkan…. Marquez dan Pedrosa menyalip Lorenzo dan akhirnya Rossi yang juara. Pernahkan kita berpikir bahwa itu adalah sebuah konspirasi juga? Judulnya konspirasi duo Honda untuk membantu Rossi menjadi juara. Tidak ada bedanya…. 😯

Siapa pemenang sejatinya???

Kita blak blakan saja dengan kondisi yang ada saat ini, kita memandang dari sudut pandang yang lain dan bukan hanya dari sudut pandang Rossi saja. Maka kita akan menemukan intrik baru lagi bahwa akar muara konflik, strategi terselubung dan konspirasi ini berawal dari Rossi itu sendiri. Rossi yang membuat rider MotoGP terpecah belah menjadi dua kubu, Italy vs Spain…dan itu jelas sekali terlihat di Valencia. Semua berkonspirasi, rider Italy membantu Rossi, dan rider Spanyol membantu Lorenzo…jadi siapa yang salah?? Semua bersalah dalam hal ini karena mereka semua berkonspirasi.
Siapa yang di untungkan???
Rossi dengan strateginya berhasil juara mengambil hati publik, Lorenzo berhasil memanfaatkan keadaan dan mendapatkan gelar juaranya.
Sedangkan Marquez???…..Dia sebagai kambing hitamnya!!! Cerdas bukan…?

Dan sekarang, tergantung pada diri kita masing masing. Daripada berspekulasi dari tuduhan yang tidak jelas kebenarannya, bukankah lebih baik kita menerima fakta di Valencia dengan lebih obyektif.
“Terkadang memang yang tampak dimata, tidak seperti apa yang ada dibalik itu semua.” (acb)

Iklan

27 thoughts on “Analisa Akhir MotoGP 2015: Di Balik Skenario, Konspirasi Dan Strategi Terselubung

  1. Wkwkwk bener bro, kalonya marquez ngbalap lorenzo, sekarang lorenzo yg bakakln nyerang marquez dgn tuduhan konspirasi marquez ngebantu rossi karna rasa fansnya kpd rossi lebih besar dripd sportifitas,ditambah lagi lorenzo kan emosional bkalan lebih runyam lagi

  2. dari dulu motogp kalau melibatkan rossi pasti muncul keributan beda kalau yang juara pembalap dari kubu honda.rossi harusnya tahu mencari teman lebih sulit dari mencari musuh.

  3. Mungkin bagi MM bagaikan makan buah simalakama.
    Kalo nyalip Jl di bilang gak nasionalis,gliran gak nyalip juga di bilang gak fair…
    xixixixi…. bagaikan telur di ujung tanduk….

  4. rossi gk ngomong pun dunia dah tau ada apa dengan Trio cabe cabean. semoga akhir dari marc marques seperti simmonceli . seperti pembalap jalanan.

  5. oh itu cuma salah satu persepsi.. kenyataannya Daped menunjukkan berapa lap time Honda yang sebenarnya.. pas terakhir malah MM mendekati Lorenzo lantas tahu2 ngerem.. Justru MM inilah yang jadi penentu siapa jurdun 2015 ini dan itu sudah terlihat sejak Philip Island

  6. setubuh ama yg punya warung
    Rider italiano ini mental MAFIA
    tlah meracuni dunia motogp dgn Ambisinya yg melebihi kemampuannya,
    menggunakan smua cara agar bisa jurdun, memfitnah, mengahncurkn nama baik, bhkan kirim org untuk meneror,… . mgkin suatu saat kirim prmbunuh bayaran jga, haha…………mewek….

  7. Ini baru analisa logis waras yang masuk akal dan berani terus terang dari bung ANANG tanpa ada tendensi negatif sama sekali ke rider manapun dan tidak menyerang siapapun dan bisa mengedepankan akal sehat dan fakta apa adanya dan sesuai aturan2 hukum balap internasional, sekarang kalau perlu kita bikin analisa logika terbalik sajah biar semua mata terbuka dan sadar, mis : apakah Dorna dan FIM itu lembaga kelas dunia yg bodoh yg harus setuju 46 yang dinobatkan sbg Juara Dunia 2015 karena atas dasar hukum (ANEH) dari permintaan fans dan media pro 46 padahal jelas2 si 46 hanya bisa posisi dapat 4 dari total 30 laps balapan Valencia dan beda gap hampir 19 koma detik dan time lap lbh lambat dr 3 rider terdepan ? kemudian karena 99-99-26 dianggap konpirasi Spanyol atas dasar issu/gossip semata yg disebar2kan pendukung 46 dan 46 sndr stlh balap kemudian 99-93-26 diganjar penalty hangus poin mereka dan juga batal Jurdun nya si 99 ? terus apakah kemudian Masyarakat dunia (yg jelas2 lbh banyak yg waras sehat drpd sekedar fans 46 yg katanya banyak? tetep lbh banyak penduduk dunia yg normal waras sehat yg professional) harus menerima hasil bhw walau 46 dpt posisi 4 bisa dinobatkan sbg JUARA DUNIA 2015 ? dan kemudian apakah DORNA+FIM harus mau “me-nisbikan” yg sudah susah payah mendapat posisi 1-2-3 dengan normal sesuai regulasi balap R2 internasional ? Apakah yg diinginkan fans 46/media pro 46 seperti itu ? krn sampai skrg pun 46 dan fansnya (juga media pro 46) masih menyerang/menyalahkan/menghujat/merendahkan fans dan rider 93-26 apalagi 99 dianggap juara konyol/juara piala kosong/juara dikawal/tokoh homo ?

    artinya SIAPA SIAPA DISINI YANG BERTINDAK SESUAI ATURAN/REGULASI INTERNASIONAL dan SIAPA YANG BERTINDAK TIDAK SESUAI ATURAN INTERNASIONAL HANYA ATAS DASAR EMOSI BUTA SESAT akan bisa kita lihat dan kita nilai sendiri disini dan siapa siapa yang tidak bisa LEGOWO tidak bisa menerima dgn LAPANG DADA menerima dengan GENTLE hasil akhir sebuah kejuaraan kelas dunia juga bisa kita lihat sekarang……….

    Heloooo….. Ini event BALAP MOTOR R2 kelas dunia internasional yg sdh tua dan puluhan tahun dan professional dengan peserta2 balap yg cerdas smart dgn skill mumpuni di kelas para raja dgn SPORTIFITAS TINGGI, bukan kelas KONTES NYANYI kelas TV lokal yang hanya berdasar atas EMOSI SESAAT tanpa melihat kemampuan vokal sesungguhnya, spt misalnya acara INDONESIA IDOL akhirnya lbh sukses skrg drpd dulu acara sama di Indosi**r yg lomba nyanyi pertamakali yg hanya atas dasar emosi/kasihan krn peserta anak org susah shg finally oleh penonton dia harus bisa menang lomba nyanyi walaupun suara-nya sebenarnya sember/fals/tdk layak.

    RACE DIRECTOR dan DORNA dan FIM dan CAS adalah jelas lembaga2 kelas dunia yg KREDIBEL dan KOMPETEN dan PROFESSIONAL dan juga CERTIFIED dan saya yakin seyakin2nya tentu pasti 100% mereka tidak akan bisa disetir dipengaruhi oleh aktifitas PEMBODOHAN BERJAMAAH dan OPINI PUBLIK YANG SESAT dari personal yang stress/tdk terima

    Demikian sedikit komentar saya atas artikel bagus diatas. Salute bro Anang. Sukses. Lanjuuutkaaan……… Salam dr Bikers Tua di Jakarta.. kapan2 ngupi yuuuk 😀

  8. keren bahasa penjelasannya , tapi kalau analisa grafik per lap nya di valencia , pastinya semua tau pasti ada selisih waktu krn rossi harus melewati 22 pembalap lainnya hingga lap 15, sedangkan trio spanyol di depan tanpa ada halangan,…. sama2 fanatik gak usah lah buat artikel yang sama2 memojokkan kubu yg lain, artikel ini sama aja seperti menjadi tandingan untuk artikel2 yang mmbela rossi…

  9. emang logis sih, tapi anda liat juga di grafik mm, dia sering lebih cepat dari 99, masa iya ga bisa naklukin 99, giliran pedrosa nyerobot mm langsung balas, penulis juga liat sudut pandangnya masih memihak, kalo liat dr grafik coba liat grafik setiap rider.

  10. Jika kita ingin beropini atas apa yg kita tonton apalagi MotoGP yg berarti Dan setiap tahun diadakan harusnya lebih objektif dengan mengetahui aturan serta regulasi dari penyelenggara, Dan melihat latar belakang sejarah atas emosi yg terjadi di sirkuit. Mereka yg mengaku mengidolakan Rossi akan berkata saya sudah 10 tahun mendukung Rossi bahkan lebih. Ketika di Tanya flash back apa yg terjadi dengan rider lain mereka tidak tahu. Karena hanya Rossi yg mereka lihat. Sungguh di sayangkan. Ujung2nya apa yg dilakukan Rossi salah atau benar mereka akan membelanya. Dan itu namanya fans buta. Saya kagum dengan Rossi yg punya skill di atas rata2. Namun saya tidak mengidolakannya karena terlalu mainstream. Saya lebih suka rider yg bisa melawannya. Jadi nikamti saja pertunjukannya Dan jangan berpikir aneh2 tentang para rider MotoGP. Salam GP mania.

  11. ane cuma mau bilang, yang di untungkan adalah yamaha, slogan mereka ” semakin di depan” jadi terbukti, kita bisa lihat apa yang terjadi di valencia, bagaimana Honda ( tanda kutip ) tidak mau membalap yamaha,
    dan ini juga salah dr slogan Honda sendiri yaitu ” satu hati “, kalau sudah berlomba dengan hati, ujung ujung jadi ga enak, kalau dibalap, takutnya spanyol ga juara,,,

  12. Yupp..tepat!! itu sgat benar sekali.kasihn marquez, tp sy yakin suatu saat kebenaran akan muncul dgn sendiriny dn semua akn terdiam..smgt marc!
    U mmg rider sejati!

  13. Tahun depan ada peraturan baru moto GP. Pembalap berboncengan dan antara yang bonceng dengan yang boncengin tidak boleh satu negara. Jadi kalau yang mengemudi mau konspirasi dengan pembalap lain yang satu negara ada pembonceng yang siap njitak…. kwk kwk….

  14. Sekarang bagaimana jika situasinya kita balikkan …. Marquez dan Pedrosa menyalip Lorenzo dan akhirnya Rossi yang juara. Pernahkan kita berpikir bahwa itu adalah sebuah konspirasi juga? Judulnya konspirasi duo Honda untuk membantu Rossi menjadi juara. Tidak ada bedanya….
    Siapa pemenang sejatinya???
    Kita blak blakan saja dengan kondisi yang ada saat ini, kita memandang dari sudut pandang yang lain dan bukan hanya dari sudut pandang Rossi saja. Maka kita akan menemukan intrik baru lagi bahwa akar muara konflik, strategi terselubung dan konspirasi ini berawal dari Rossi itu sendiri. Rossi yang membuat rider MotoGP terpecah belah menjadi dua kubu, Italy vs Spain…dan itu jelas sekali terlihat di Valencia. Semua berkonspirasi, rider Italy membantu Rossi, dan rider Spanyol membantu Lorenzo…jadi siapa yang salah?? Semua bersalah dalam hal ini karena mereka semua berkonspirasi.
    Siapa yang di untungkan???
    Rossi dengan strateginya berhasil juara mengambil hati publik, Lorenzo berhasil memanfaatkan keadaan dan mendapatkan gelar juaranya.
    Sedangkan Marquez???…..Dia sebagai kambing hitamnya!!! Cerdas bukan…?

    Rossi emang cerdas.. emangnya lo stupid af. coba cermati tulisan elo yg ane copas. trus mikir pake otak.

  15. anda berlogika seakan anda tidak melihat balapan yang mana time per lap nya masih marq memegang…,tp mengapa tidak bisa meyalip lorenzo…mmg konspirasi dan marq memang pembalap yang nasionalis dan hanya menang motor yang kencang..

  16. Pa Cakil dan Amroe : Ya bener !!! setujuuuuu bangeeeeetttsss … repot lawan pembalap tuwa mental mafia sdh down fisik dan skill nya kena Lorenzo dan MM93, Salut ama bro AnangCozz yg berani diluar mainstream tdk spt blogger2 sok italy sok 46 lainnya yg latah salah kaprah

  17. “Cara bertarung yang ditunjukkan Marquez kemarin tidaklah aneh, sama seperti ketika kita melihatnya di Assen atau di Indianapolis kemarin dimana dia menguntit terus di belakang sebelum akhirnya melakukan penyerangan di akhir lomba…bedanya di Valencia ada gangguan dari Pedrosa, dan itu cukup logis sekali”

    Kontradiktif dengan argumen anda diparagraf terakhir

    “Kita blak blakan saja dengan kondisi yang ada saat ini, kita memandang dari sudut pandang yang lain dan bukan hanya dari sudut pandang Rossi saja. Maka kita akan menemukan intrik baru lagi bahwa akar muara konflik, strategi terselubung dan konspirasi ini berawal dari Rossi itu sendiri. Rossi yang membuat rider MotoGP terpecah belah menjadi dua kubu, Italy vs Spain…dan itu jelas sekali terlihat di Valencia. Semua berkonspirasi, rider Italy membantu Rossi, dan rider Spanyol membantu Lorenzo…jadi siapa yang salah?? Semua bersalah dalam hal ini karena mereka semua berkonspirasi.
    Siapa yang di untungkan???
    Rossi dengan strateginya berhasil juara mengambil hati publik, Lorenzo berhasil memanfaatkan keadaan dan mendapatkan gelar juaranya.
    Sedangkan Marquez???…..Dia sebagai kambing hitamnya!!! Cerdas bukan…?”

    Anda ingin mematahkan teori konspirasi, berarti argumen anda bersebrangan dengannya, tp ketika anda berpendapat mewakili jalan fikiran pembalap spanyol, pendapat anda di kutipan awal dan akhir berbeda, yg pertama anda membantah adanya konspirasi, di paragraf akhir anda seakan2 mengakui adanya konspirasi sebagai akibat dari ulah rossi sendiri? Apa sebenarnya yg anda sajikan? Sebagai pendukung para pembalap spanyol bisakah ada obyektif?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s