Komentar Yamaha Setelah Segmen Sportnya Diambil Alih Honda

image

Anangcozz – Brosis, Oktober ini menjadi titik balik penguasa segmen Sport tanah air. Untuk pertama kalinya setelah bertahun tahun, Honda berhasil mengambil alih tahta segmen sport dari Yamaha. Salah satu penyebabnya adalah anjloknya distribusi Yamaha Vixion Advance sebagai tulang punggung sport Yamaha.

Oktober ini distribusi Vixion Advance turun drastis dibandingkan bulan September. Tapi hal sebaliknya malah di alami saingan beratnya New CB150R yang mengalami kenaikan hingga 69%.

“Untuk Yamaha V-Ixion memang ada penurunan penjualan dibanding bulan sebelumnya. Oktober 2015 itu 18.309 unit, sementara Sepetember 34.070 unit,” kata Mohammad Masykur, asisten general manager marketing PT YIMM.

Menurut Pak Masykur, penurunan ini terjadi karena beberapa alasan seperti masalah kondisi ekonomi yang masih lesu. Kedua, karena bencana kabut asap yang terjadi di Sumatra, Kalimantan, dan sebagian Sulawesi. Ketiga, karena akhir tahun.

“Namanya jualan biasa naik atau turun. Kalau ditanya kenapa turun, ya karena banyak faktor. Kalau faktor alam itu kayak kabut asap berpengaruh besar karena diler tak melakukan aktivitas penjualan. Lalu kita semua tahu kondisi pasar automotif belum stabil.
Biasanya setiap akhir tahun, kami menjaga asupan ke diler jangan sampai berlebih. Pembeli ingin motornya hadir dengan tahun berikutnya, jadi memang cenderung turun,”Jelas Pak Masykur.

Nah, banyak banget faktornya kan. Makanya distribusinya pun ikut terpengaruh juga. Demikian penjelasan Yamaha gan…

Iklan

6 thoughts on “Komentar Yamaha Setelah Segmen Sportnya Diambil Alih Honda

  1. JUDUL KOMENTAR: “OTOMATIS”
    ada gula ada semut, otomatis ada demand ada supply: ketika ada produk yang unggul, disitulah lokasinya gula, otomatis semut (dhi konsumen) pun ngerubung, nah kalo yang ada di lokasi (dalam hal ini diler) adalah biang gula sintetis (dhi produk replika-sebut saja mocin), atau gula yang kalah manis dengan gula di tempat lain (dhi produk kompetitor), otomatis pula semut ogah ngerubung dan akan pilih gula yang lebih manis, kalo semut udah ngerubung gula, otomatis kebutuhan gula jadi bertambah sehingga permintaan pun meningkat, kalo permintaan meningkat, otomatis gulanya cepat habis, kalo gulanya cepat habis, otomatis supplier kudu kirim (distribusikan), nah angka pengiriman/distribusi inilah yang tercatat sebagai representasi kebutuhan si semut terhadap gula. 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s