Karakter Ban Michelin Inkonsisten, Bikin Pusing Kepala Pembalap MotoGP

image

Misano 2016

Anangcozz.com – Beberapa seri terakhir MotoGP musim ini bikin ngelu sirah pembalap sob. Kejutan demi kejutan tersaji di beberapa race terakhir ini. Salah satu penyebabnya adalah pemasok ban Michelin yang sepertinya masih inkonsisten dengan pilihan ban mereka, terutama ban depannya sob. Sulit bagi para pembalap menentukan ban yang tepat saat race berlangsung.

Misalnya saja di dua seri terakhir ini sob. Dari pengamatan ACB, pilihan ban antara soft, medium dan hard cukup membingungkan ketika pembalap harus memilih menyesuaikan dengan kondisi trek lintasan.

Normalnya, ban soft bekerja lebih baik di lintasan dingin dengan tingkat abrasi rendah, sedangkan ban medium dan hard lebih cocok dengan suhu lintasan tinggi karena tingkat abrasi lebih tinggi serta memiliki ketahanan lebih baik.

Tapi yang terjadi malah sebaliknya sob…
Di race Silverstone misalnya….dengan suhu lintasan yang dingin ternyata mereka yang memilih ban kompon hard bisa melaju dengan sangat baik hingga finish (Vinales, Crutchlow, dan Rossi). Sementara ban yang lebih lunak (Marquez, Pedrosa, dan Lorenzo) kurang begitu cepat…

image

Pilihan ban Silverstone

Kejadian terulang kembali di race Misano seminggu kemudian, dimana dengan kondisi trek yang lebih abrasif karena suhu lebih tinggi ternyata ban lebih lunak yang digunakan Pedrosa mampu bekerja sempurna yang akhirnya membawanya menjadi juara melibas mereka yang menggunakan kompon ban lebih keras, Medium (Rossi, Lorenzo). Marquez dengan ban depan hard malah lebih memble kecepatannya. Lhah ini….harusnya kan ban kompon lebih keras lebih baik dari soft di Misano…harusnya. Tapi hasilnya malah sebaliknya. 😂😂😂

image

Pilihan ban Misano

Karakter ban Michelin tampaknya masih susah dipahami, perbedaan karakter antara ban soft, medium dan hard tampaknya sangat sedikit sekali. Hal ini berbeda ketika tahun lalu Bridgestone sebagai pemasok ban utama. Antara soft, mediun dan hard jelas sekali perbedaan karakternya. Sehingga pembalap tidak dipusingkan dengan pilihan ban. Ketika pilihan ban sudah pas, maka faktor yang berpengaruh tinggal gaya balap, kecocokan karakter motor dan sirkuit, dan juga mood pembalap itu sendiri….

Tapi menariknya, dengan karakter ban Michelin yang susah diprediksikan ini membuat balapan makin seru. Dan akhirnya muncul pembalap pembalap baru yang mampu bersaing di barisan depan dan pertarungan sengit antar pembalap…
Nah, sekarang kalau di race Aragon nanti bagaimana pemilihan bannya??
Dari data sirkuit, Aragon ini tergolong sirkuit yang minim grip dan suhu tidak terlalu tinggi karena berada di dataran tinggi. Prediksinya Ban kompon soft dan medium, sepertinya lebih cocok nih…atau mungkin ada kejutan lagi dari Michelin?? Kita tunggu saja racenya minggu depan sob..hehehe.
Bagaimana menurut GPmania??

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s