Kisah Tantangan Dan Usaha Sandal Jepit Di Era Globalisasi

Anangcozz.com – Halo Masbro, “Sandal Jepit“, siapa sih yang gak tahu dengan sandal jepit?? Mungkinkah agan disini ada yang belum pernah pakai sandal jepit? Jenis sandal yang paling sederhana namun keberadaannya selalu ada dan dibutuhkan di setiap masa, termasuk di masa modernisasi dan globalisasi sekarang ini.

Cerita Para Pengrajin Sandal Jepit Dan Pihak Terkait Lainnya

Memproduksi juga sandal jepit unik, Firmansyah, pemilik Sancu Creative Indonesia sukses di bidangnya. Awalnya, Firman sekedar berniat menolong teman mengambilkan tas di atas lemari. Tapi, dia tidak sengaja menjatuhkan sendal lain yang bentuknya lucu. Dari situ, dia terbesit pikiran untuk menjadi distributor besar sendal jepit unik di Jabodetabek.

Padahal, saat itu, Firman masih berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kementerian Perdagangan di Ciracas. Awalnya dia malah gak tertarik jadi seorang wirausaha.

Firman akhirnya mengajak para pengrajin di Siduarjo buat mulai produksi perdana 1.800 pasang sendal dalam seminggu. Pihak Firman mengerjakan desain, sementara eksekusinya dilakukan bersama pengrajin Pemasaran sandal jepit dilakukan dari mulut ke mulut dan teman. Nah, keuntungan dari hasil jual pertama dipakai untuk tambahan modal supaya produksi bisa naik jadi 300 ribu pasang per bulan.

Sekarang, dia udah punya 30 jenis desain sandal jepit, mulai dari karakter kartun hingga hewan lucu. Firman berkata kalau harga sendal lucu itu berada di kisaran 25 ribu rupiah sampai 35 ribu rupiah. Harga tersebut diberikan pada konsumen, tapi kalau ke distributor harga yang diberikan lebih murah.

Desain unik produk Sancu adalah hal yang menarik orang asing buat memburunya. Pemasarannya udah mencapai Jawa Barat, Jakarta, hingga Indonesia Timur, bahkan Malasia. Omzet perbulan Sancu bisa mencapai 4 miliar. Saking larisnya, Firman mengklaim kalau Sancu adalah pemimpin di kelas bisnis sandal jepit selama empat tahun.

Ada gula, ada semut. Setiap usaha pasti ada rintangannya
Di balik kesuksesan para pengrajin sandal jepit, ada rintangan yang menanti di depan. Salah satu yang lagi ramai adalah ekspansi produk China ke Indonesia.

Sejak diberlakukannya China ASEAN Free Trade Area (CAFTA), barang produksi China lebih mudah masuk ke Indonesia. Hal ini tentu sangat berdampak pada pasar kerajinan lokal.

Menurut seorang pedangang Tanah Abang, kualitas produk China dianggap lebih berkualitas dibanding produk lokal. Harganya juga lebih murah, maka dia memilih menjual barang China. Delapan puluh persen barang yang dijual di Pasar Tanah Abang adalah produk China.

Seorang pedagang mainan di lokasi lain mengaku kalau mainan China lebih awet dan tahan lama. Harganya pun relatif lebih murah. Dia juga mengatakan bahwa setelah CAFTA, harga mainan lokal turun 5 hingga 10 persen. Hal tersebut diputuskan oleh produsen lokal supaya bisa bersaing dengan produk China.

Produk Imitasi Merusak Ekosistem Produk Kerajinan Tanah Air

Tantangan lain bagi pengrajin lokal adalah maraknya barang imitasi atau tiruan. Produsen barang tiruan gencar banget memasarkan barangnya, karena melihat pasar Indonesia sangat potensial.

Kenapa sih orang-orang suka beli barang tiruan? Sesungguhnya ada kebanggaan tersendiri kalau kamu pakai barang dengan merek terkenal. Tapi, merek terkenal seringkali mematok harga yang sangat tinggi. Makanya orang-orang dengan tingkat ekonomi tertentu gak bisa membelinya dan memilih barang tiruan dengan harga miring.

Selain itu, barang KW terkadang kualitasnya gak jauh dari yang asli. Barang tiruan juga bisa dengan mudah ditemuin di pasaran.

Padahal, kerajinan lokal punya potensi yang besar banget. Sektor ini berkontribusi besar buat ekonomi nasional. Faktanya aja, nilai ekspor kerajinan lokal selalu naik setiap tahun. Minat pasar lokal juga gak kalah tinggi kalau dilihat dari data konsumsi rumah tangga kerajinan lokal yang terus naik.

Upaya untuk mengatasi permasalahan produk tiruan

Indonesia sudah menjadi konsumen barang palsu terbesar di dunia. Survei Masyarakat Indonesia Anti Pemalsuan (MIAP) menunjukkan kalau angkanya cukup memprihatinkan. Pasar yang subur ini menarik para pengusaha melalui barang palsu.

Sebenarnya, pemerintah sudah mendukung penghilangan barang palsu. Tapi, masyarakat masih bandel untuk gak belanja produknya.

Salah satu solusi untuk masalah ini adalah pendidikan sejak dini tentang hak kekayaan intelektual. Makanya, peran orangtua penting dalam hal ini.

MIAP sendiri sudah melakukan banyak upaya, diantaranya sosialisasi ke masyarakat. Nah, ada juga pihak swasta lain yang udah mulai bergerak di bidang peningkatan industri kerajinan lokal.

Salah satunya adalah Qlapa. Situs ini menghubungkan pengrajin dan pembeli melalui internet. Jadi, barang kerajinan di daerah bisa dipasarkan tanpa batasan ruang dan waktu.

Inovasi ini berawal dari Benny Fajarai dan Fransiskus Xaverius yang melihat potensi besar kerajinan lokal. Sehingga, situs diluncurkan pada November 2015.

Saat ini udah ada ribuan produk yang dipasarkan di sana, mulai dari sandal jepit di qlapa.com sampai perabot rumah tangga. Qlapa sudah membantu pengrajin sekaligus juga mempermudah gaya belanja para konsumen.

Model Sandal Jepit Kekinian Yang Gak Pernah Terbayang

Sejauh ini, kesan sandal jepit masih tertanam pada sandal karet konvensional. Padahal, varian alas kaki ini sudah banyak banget di pasaran. Semua itu adalah hasil ide kreatif para pengrajin.

Misalnya, ada salah satu produk unik bernama Aqila Sandal Gold. Gak kayak kebanyakan sendal pada umumnya, Aqila Sandal Gold punya pengait kaki yang unik. Dia menyediakan dua buah pengait horizontal untuk punggung kaki dan ujung kaki. Pengait punggung kaki diberikan aksen unik berlubang. Terdapat juga pengait khusus jempol kaki kamu.

Aqila Sandals Gold dibuat dari material PU leather, atau biasa disebut kulit sintetis. Jadi, tampilannya lebih keren daripada yang berbahan karet. Solnya menggunakan anti slip TPR. Penjualnya mengklaim kalau produk ini nyaman dan pas mengikuti kaki. Produk ini nampak stylish banget, cocok buat dipakai anak muda yang fun.

Untuk membawa pulang Aqila Sandal Gold, kamu cuma perlu mengeluarkan uang 100 ribu rupiah saja. Harga ini sesuai banget sama kualitasnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s