Review 1000 km Pertama Bersama Honda Genio 110 Sob!

Anangcozz.com – Halo Masbro dan mbaksis, sorry banget karena artikel review 1000km pertama Honda Genio baru terpublish hari ini dan sedikit telat karena kesibukan Admin. Jadi, awal tahun 2020 kemarin, si “Jeni” Honda Genio saya ini telah genap berusia 1 bulan dan tak terasa juga ternyata telah 1000 km lebih menemani aktivitas harian saya.

Berbagai aktivitas harian bahkan turing tipis tipis dengan segala keadaan jalanan sudah di lewati bersama si Jeni ini. Dan gara gara ada si Jeni ini, motor laki saya jadi jarang di pakai. Lha piye maneh masbro, soal mobilitas harian sudah tercover semua oleh si Jeni ini.😁

Jadi bagaimana impresi berkendara dengan Genio selama sebulan ini?? Oke mari kita ulas satu per satu ya…hehe.

Sebagai motor skutik komuter, saya rasa si Genio ini memang sangat bisa diandalkan terutama buat aktivitas harian. Honda Genio memberikan kemudahan mobilitas bagi semua kalangan umur, remaja hingga dewasa. Honda Genio juga dilengkapi fitur fitur yang fungsional dan menunjang aktivitas.

Dan di 1000 km pertama ini bisa di bilang sebagai masa inreyen Masbro. Tapi bagi si Jeni, tidak ada perlakuan istimewa saat inreyen. Jadi ya sejak pertama datang, si Jeni langsung dipakai harian seperti biasa baik sendirian maupun boncengan.

Baru setelah 2 pekan berlalu, si Jeni untuk pertama kalinya saya ajak mudik ke desa sekalian mencoba impresi si Jeni ini ketika dipakai turing tipis tipis gaes. Perjalanan PP Surabaya – Malang menempuh jarak ±300km. Disinilah akhirnya saya bisa merasakan performa Honda Genio ini karena bisa geber sepuasnya dengan kondisi jalanan yang bervariasi.

Performa
Performa mesin generasi terbaru 110cc yang diusung Honda Genio ini memang cukup baik. Karakter mesin yang overstroke membuat tarikan mesin di putaran bawah cukup terasa. Sehingga enak dipakai stop and go di jalanan yang ramai. Ditambah lagi bobotnya yang ringan, membuat si Jeni ini lincah di pakai selap selip diantara kendaraan lain.
Hanya saja saya merasakan tenaga mesin diputaran menengah keatas sedikit tertahan saat di geber. Powernya gak langsung spontan saat kita buka gas alias “nggiring” dulu. Paling terasa kalau kita sambil boncengan.
Tapi meskipun demikian, Honda Genio ini kalau sudah dapat powernya ternyata larinya kencang juga. Di pakai boncengan, si Jeni masih mampu berlari hingga 98kpj dijalan yang lurus. Tentunya kalau pas sendirian bisa lebih kencang lagi Masbro…
Saya kira, masalah power ini bisa jadi disebabkan oleh setingan bawaan pabrik. Jadi kalau mau tenaganya lebih kuat bisa di setting lagi saat service pertama. Kita akan review lagi setelah service pertama nanti sob…

Ergonomi
Honda Genio memiliki ergonomi yang nyaman bagi pengendara. Dipakai perjalanan jauh pun badan gak cepat capek karena posisi ridingnya nyantai dan joknya lebar. Cuma menurut saya akan lebih nyaman lagi jika jok belakangnya agak tinggi agar lebih nyaman untuk boncengernya ketika dipakai perjalanan jauh.

Pencahayaan
Honda Genio sudah dilengkapi lampu utama LED dengan dua layer. Layer atas lampu utama dan layer bawah untuk lampu jauh. Cahaya yang dihasilkan cukup terang dengan bidang yang cukup luas, sehingga jangkauan pencahayaannya pun lebih optimal.

Rangka Baru eSAF
Rangka baru eSAF yang digunakan Honda Genio dibuat dari bahan plat baja yang di press dan laser welding membuatnya minim sambungan. Selain kokoh, rangka ini juga sangat ringan bahkan lebih ringan dari rangka tubular yang dipakai Beat atau Scoopy.
Dengan rangka ini, posisi engine mounting Genio terletak diatas mesin. Berbeda dengan skutik Honda lain yang berada di bawah mesin. Kelebihan posisi engine mounting diatas adalah membuat ground clearance nya makin tinggi, sehingga lebih aman saat melewati polisi tidur dan gak khawatir gasruk.

Kesimpulan
Overall, 1000 km ini saya sangat suka dengan kelincahan Honda Genio ini. Motornya ringan dan menyenangkan saat dipakai riding harian. Ergonominya juga santai dan fiturnya sangat membantu untuk aktivitas harian saya sebut saja key shutter yang terintegrasi dengan pembuka jok, bagasinya luas hingga 14 liter, kapasitas tangki lebih besar yakni 4,2 liter, dek rata dan dua rak depan bisa membawa barang lebih banyak.

Oke gaes…itulah beberapa hal yang bisa saya sampaikan di review kali ini. Nantikan review selanjutnya pasca service pertama. Kalau ada pertanyaan, silahkan di tanyakan aja sob ya, barangkali nanti bisa kita share di artikel selanjutnya.

Video Honda Genio Dipakai Turing Surabaya – Malang

Semoga berguna.

Diterbitkan oleh

anangcozz

Newbie blogger, Asli Malang. Suka sekali dunia otomotif terutama roda dua, motoGP pokoknya all about motorcycle..monggo saling berbagi informasi dan persahabatan baik di dunia nyata. Jika ada kritik dan saran yang membangun, bisa digeber kepada saya di, Email: cozanang@gmail.com Terima kasih.

21 tanggapan untuk “Review 1000 km Pertama Bersama Honda Genio 110 Sob!”

  1. dulu pernah coba genio, saya yang tinggi 175 cm kurang enak posisi ridingnya, dengkul harus keluar karena mentok dengan depan, trus posisi stang kurang lebar dan ke atas. Kalau untuk yang tinggi 165 cm an sih kayaknya masih nyaman

Tinggalkan Balasan ke EKO PRASETYO PUTRA BAKTI Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.