Assalamualaikum sobat anangcozz – PT Surya Timur Sakti Jatim (Yamaha STSJ) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan talenta muda melalui partisipasi aktif dalam Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Dikmen XXXIV Provinsi Jawa Timur 2026.
LKS merupakan ajang kompetisi siswa SMK yang diselenggarakan secara berjenjang mulai dari tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional, bahkan menjadi bagian dari seleksi menuju kompetisi dunia (WorldSkills). Tahun ini, LKS Jawa Timur mempertandingkan 47 bidang lomba, termasuk Digital Marketing yang diikuti oleh siswa jurusan pemasaran dan bisnis digital.
Sebanyak 63 siswa dari 63 SMK yang mewakili seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur turut ambil bagian dalam bidang Digital Marketing. Yamaha STSJ sendiri telah memberikan dukungan terhadap kompetisi ini selama dua tahun berturut-turut sebagai bentuk kontribusi nyata dalam pengembangan pendidikan vokasi.

Kompetisi Digital Marketing dirancang dengan pendekatan berbasis industri. Pada hari pertama, peserta menjalani sesi roleplay dengan total 24 skenario, di mana juri berperan sebagai pelanggan untuk menguji kemampuan komunikasi, pelayanan, serta problem solving peserta.
Memasuki hari kedua, peserta ditantang untuk memproduksi konten digital dan menjalankan livestream. Setiap peserta wajib membuat dua jenis konten, yaitu konten carousel (maksimal 7 slide) dan video berdurasi maksimal 1 menit yang dinilai berdasarkan matriks performa konten.
Selain itu, peserta juga melakukan livestream secara serentak selama 2 jam menggunakan akun baru yang dibangun dari nol. Penilaian mencakup keseluruhan proses mulai dari pembuatan teaser, pelaksanaan live, hingga performa penjualan (GMV), traffic, serta evaluasi mandiri berbasis data.
Rifany Widjaja, Deputy Director Sales & Marketing PT Surya Timur Sakti Jatim (Yamaha STSJ), menyampaikan bahwa keterlibatan Yamaha STSJ dalam LKS merupakan bagian dari upaya membangun kesiapan generasi muda menghadapi dunia kerja yang semakin digital.
“Melalui LKS ini, Yamaha STSJ ingin memberikan pengalaman nyata kepada siswa mengenai bagaimana strategi digital marketing dijalankan secara langsung di industri. Harapannya, mereka tidak hanya kompeten secara teori, tetapi juga siap terjun ke dunia kerja,” ujarnya.
Sementara itu, Achmad Madani dari Komunitas Sales Indonesia selaku perwakilan juri menegaskan bahwa kompetisi ini telah mengadopsi standar industri dalam sistem penilaiannya.

“Peserta tidak hanya dituntut kreatif, tetapi juga mampu membaca data, menyusun strategi, hingga melakukan evaluasi performa secara mandiri. Ini sudah sangat relevan dengan kebutuhan industri saat ini,” jelasnya.
Melalui dukungan berkelanjutan terhadap LKS, Yamaha STSJ berharap dapat terus berkontribusi dalam mencetak talenta-talenta unggul di bidang digital marketing yang siap bersaing di tingkat nasional maupun global.

Leave a Reply