Anangcozz.com – Perjalanan kali ini bukan sekadar turing biasa. Dalam semangat kemerdekaan, kami bersama teman2 blogger vlogger dari penjuru pulau Jawa akan membawa Honda Evo 160 menyusuri jalan menuju Tanah Blambangan, Banyuwangi. Namun sebelum Turing di mulai, kita mampir dulu yuk ke desa Kemiren di Banyuwangi.
Desa Kemiren, sebuah desa yang dikenal sebagai salah satu pusat kehidupan masyarakat Osing, suku asli Banyuwangi. Di sini, suasana tradisional masih begitu terasa. Rumah-rumah, bahasa, kesenian, hingga tradisi masyarakatnya seolah menjadi jendela untuk mengenal lebih dekat akar budaya Banyuwangi. Setiap sudut desa menyimpan cerita tentang bagaimana sebuah warisan budaya tetap dijaga dari generasi ke generasi.
Ini adalah trip hari pertama dalam rangkaian acara Turing Kemerdekaan. Hari pertama kita akan gathering dulu dan akan dilanjutkan Turing menggunakan Vario Evo 160 di hari kedua.
Trip pertama kali ini adalah mampir ke Sanggar Ganjah Arum. Sebuah tempat pusatnya pelestarian seni dan budaya Osing. Disini kita bisa menikmati pertunjukan seni tradisi, belajar budaya lokal serta mencicipi kuliner khas pedesaan Osing.
Sesampainya rombongan di Sanggar, kita di sambut oleh tarian topeng dan musik Othek atau Gedhogan. Kami sangat takjub sekali dengan musik Tradisional Osing ini. Karena alat musik utama yang digunakan adalah lesung yang di pukul dengan alu. Beberapa ibu2 memainkan musik Othek ini dengan sangat bersemangat dan menjiwai membuat kami jadi ikut terbawa suasana. Tidak hanya itu saja, di sanggar ini kita juga bisa menikmati bangunan rumah adat khas Osing dan juga kulinernya.
Tak terasa sebuah bel di pukul keras, pertanda waktunya makan siang sudah di siapkan. Oke, kita break dulu gaes. Mencicipi kuliner khas Osing ada Rujak Rawon dan aneka sambal yang menggugah selera. Dari berbagai minuman yang tersedia, saya sangat tertarik mencoba kopi Arabica gunung Raung dan Ijen sob. Rasa kopinya mantab banget, taste nya sangat kuat untuk pecinta kopi.
Ba’da Sholat Dhuhur, kita memasuki acara puncaknya. Kita berkumpul di pusat aula dan disana sudah ada dua penari Gandrung khas Banyuwangi telah siap menunjukkan lenggak lenggok tarian ini.
Dan akhirnya, ternyata perjalanan ke Kemiren bukan hanya tentang sampai di sebuah tempat… tetapi tentang menemukan cerita di balik sebuah budaya. Dari sini, petualangan Turing Kemerdekaan kami baru saja dimulai. Masih banyak cerita, tradisi, dan kejutan yang akan kami temui di Tanah Blambangan. Jadi, ikuti terus perjalanan ini… karena Banyuwangi punya cerita yang mungkin belum pernah kalian lihat sebelumnya!




Leave a Reply